Saturday, October 30, 2021

Cara Membuat Faktur Pajak Secara Manual

 

Contoh Faktur Pajak

Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak dari Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Artinya, pada saat PKP menjual barang atau jasa kena pajak, PKP harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai bukti telah memungut pajak dari orang yang membeli Barang/Jasa Kena Pajak tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa barang/jasa kena pajak yang dijual telah dikenakan pungutan pajak selain dari harga pokoknya. PKP adalah badan usaha/perusahaan/pengusaha/bisnis yang menyediakan Barang Kena Pajak dan/atau JKP yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

PKP harus dikukuhkan terlebih dahulu oleh DJP yang harus sesuai dengan syarat-syarat tertentu. Perlu diketahui bahwa faktur pajak harus dibuat oleh PKP untuk setiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud dan ekspor JKP.

Fungsi Faktur Pajak

Faktur pajak sangat berguna untuk PKP. Dengan adanya Faktur Pajak, PKP memiliki bukti bahwa penyetoran, pemungutan dan pelaporan SPT Masa PPN telah dilakukan oleh PKP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Faktur pajak masih bisa diperbaiki. Jadi, jika PKP melakukan kesalahan saat proses pengisian, maka PKP bisa melakukan koreksi. Jika tidak dilakukan koreksi, hal ini akan merugikan PKP, terutama pada saat pemeriksaan pajak PKP.

Pembuatan Faktur Pajak

Kesalahan dan resiko kehilangan data dapat terjadi pada penggunaan aplikasi billing atau mungkin komputer yang digunakan belum dapat memenuhi standar aplikasi untuk saat ini. Jika hal ini terjadi, pilihan untuk melakukan aplikasi manual tentunya harus dilakukan sebagai backup data atau alternatif lain. Berikut langkah-langkah membuat faktur manual:

Buat kolom yang berisi data PKP, data pembeli, data barang atau jasa, dan kolom tanda tangan sebagai validasi. Anda dapat menggunakan excel atau mencari template faktur pajak yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Rincian PKP dan pembeli yang perlu diisi adalah nama, alamat, dan nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Mengisi data barang atau jasa yang disajikan. Data Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang wajib dicantumkan dalam Faktur Pajak berupa nama dan jenis barang, harga, potongan harga (jika ada), cara pembayaran yang dapat berupa tunai atau istilah, serta pajak pertambahan nilai (PPN).

Termasuk dalam faktur pajak adalah nomor seri. Nomor urut ini dihitung dari angka 1 pada setiap awal masa pajak mulai bulan Januari setiap tahunnya. Bagi perusahaan yang baru dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, nomor faktur pajak dihitung dari angka 1 untuk transaksi pertama setelah konfirmasi.

Isikan jenis pembayaran default. Jika pembayaran dilakukan secara kredit, sertakan uang muka dan sisa pembayaran yang harus dilakukan. 

Mencantumkan tanda tangan sebagai bukti validasi. Faktur pajak harus ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang ditunjuk pada saat pembentukan Pengusaha Wajib Pajak.

Dapat diubah berdasarkan acuan dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor Per-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak.

e-Faktur di Klik Pajak

Klikpajak adalah PJAP resmi dari DJP untuk memudahkan pelaporan SPT pajak PPN yang bisa dilakukan dengan menggunakan e-Faktur. Proses pembuatan e-Faktur di Klikpajak tentu saja akan jauh lebih mudah dan cepat dibandingan pembuatan faktur pajak secara manual cukup dengan memasukkan data yang diminta termasuk Sertifikat Elektronik (eCert), Digital Certificate (passphrase) dan eNofa.


0 comments:

Post a Comment