Sunday, January 9, 2022

Tips Memulai Investasi Dari 0 Bagi Pemula

 

Tips Memulai Investasi

Memulai investasi sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang, bukan pilihan. Ada peluang untuk menjadi kaya dengan cepat melalui investasi jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang. Investasi adalah kegiatan mendapatkan keuntungan dari penanaman modal. 

Keuntungan berinvestasi adalah menghasilkan keuntungan atau tingkat pengembalian yang melebihi tingkat bunga tabungan atau deposito, yang jauh lebih tinggi daripada tingkat inflasi tahunan. Di balik keuntungan tentunya ada risiko investasi yang tidak boleh diabaikan.

Risiko investasi ini harus menjadi perhatian bagi para investor, termasuk investor pemula. Risiko investasi tentunya tidak dapat diprediksi. Anda dapat memilih produk investasi sesuai dengan profil risiko Anda agar investasi Anda berjalan lancar, tenang dan nyaman. 

Cara Memulai Investasi dari Nol

Tidak mudah untuk memulai investasi. Ada begitu banyak godaan, kekhawatiran, dan ketakutan di sekitar sehingga terkadang sulit untuk memulai investasi. Kondisi ini memang sering dialami oleh para pemula. Adapun tips bagi yang baru ingin memulai investasi yaitu:

1. Tentukan instrumen investasi

Cara investasi yang pertama adalah dengan menentukan instrumen investasi yang cocok untuk Anda. Investasi saham, investasi emas, investasi reksadana, investasi valuta asing, investasi real estate dan sarana investasi lainnya. Pilih instrumen investasi berdasarkan profil risiko Anda. Misalnya, jika Anda adalah tipe investor yang agresif, Anda dapat berinvestasi di saham, reksadana, pinjaman peer-to-peer, dan banyak lagi.

2. Siapkan dana investasi

Cara kedua untuk memulai investasi adalah dengan menyiapkan dana investasi. Tidak ada batasan minimum atau maksimum jumlah yang ingin Anda tanamkan modalnya. Namun sebaiknya investasikan uang tidak digunakan dan bukan menggunakan tabungan utama Anda karena investasi membutuhkan proses sehingga dana yang dibutuhkan tentunya harus dana tak terpakai. 

Sebagai permulaan, Anda mungkin bisa menyisihkan dana 100 ribu hingga 1 juta sambil belajar memahami sistem dari instrumen investasi yang Anda pilih. Ini juga untuk menghindari kerugian besar akibat kurangnya pemahaman. 

Anda kemudian akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman investasi dan menjadi lebih percaya diri dengan intuisi investasi Anda, Anda dapat memaksimalkan pengembalian dengan meningkatkan alokasi dana investasi.

3. Menentukan pihak perantara

Untuk memulai, Anda biasanya harus melalui perantara, seperti berinvestasi saham melalui perusahaan yang memang menyediakan layanan investasi sebagai perantara. Saat berinvestasi di reksadana, dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi (MI). 

Perusahaan sekuritas dan MI harus diidentifikasi. Berinvestasi dalam pinjaman peer-to-peer, putuskan perusahaan fintech mana atau perusahaan pinjaman online yang sah yang akan mengarahkan pembiayaan. 

Pilih yang merupakan pemberi pinjaman online yang sah yang terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan badan pengatur terkait lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan dan kerugian investasi.

4. Ikuti aktivitas investasi secara rutin

Setelah mendaftar sebagai investor, lakukan kegiatan investasi secara rutin. Misalnya jual beli saham online atau trading, jual beli reksadana, dll. Melalui investasi aktif, Anda dapat memperoleh pengetahuan investasi yang berguna untuk analisis teknis, seperti membaca harga saham, membeli dan menjual saham, dan saham apa yang dibeli asing dengan harga berapa.

5. Perbanyak sumber informasi 

Sebelum Anda mulai berinvestasi atau melakukan aktivitas investasi apa pun seperti jual beli, pelajari informasi penting yang terkait dengannya. Contohnya adalah perilaku korporasi penerbit tertentu yang mempengaruhi pergerakan IHSG. 

Informasi penting ini bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber informasi, seperti media online, media sosial, forum diskusi online, seminar, atau blog. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan suatu analisis sehingga dapat diambil keputusan yang tepat.

6. Kelola keuntungan sebaik mungkin

Salah satu tujuan berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Ketika Anda mendapat untung, Anda mungkin akan mengembalikannya untuk investasi Anda. Ini untuk menambah modal dalam portofolio investasi Anda atau mendiversifikasi investasi Anda sehingga Anda tidak menaruh telur di keranjang yang sama. 

Mengembangkan Dana dan Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dalam mendapatkan keuntungan sekaligus membantu perekonomian dan pendanaan UMKM? P2P Lending di Akseleran mungkin bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda. Akseleran menawarkan kesempatan bagi Anda untuk memberikan pinjaman pada UMKM dengan bunga 12% - 16% per tahun yang sudah terdaftar OJK dan nantinya dikembalikan dana pokok beserta bunganya. 

0 comments:

Post a Comment